November 11th, 2006 by @rianto |

( Edisi hari pahlawan 10 November ) Ahmadun, seorang pejuang pahlawan tentara pelajar !

Dalam rangka mengenang hari Pahlawan 10 November, saya mencari ide postingan blog dengan tema kepahlawanan. Semalam suntuk saya browsing , googling, mencari kegiatan kegiatan yang bertajuk kepahlawanan, baik di masa perjuangan dulu, maupun perjuangan dalam konteks masa pembangunan sekarang ini.

Banyak artikel yang saya dapat, namun hampir semuanya mempunyai alur dan tema yang sejenis, sehingga saya pikir itu hanya sebuah kisah klasik yang sudah saya ‘hapalkan’ semasa duduk di bangku SD.

Cerita Ayahnda
Akhirnya saya mendapatkan ide mengenai kisah kepahlawanan, ‘kisah’ ini justru saya dapat dari ayah saya sendiri. Sebuah penuturan panjang dari Ayah saya tentang kisah keberanian seorang tentara pelajar dalam membela tanah air Indonesia tercinta.

Kisah Ahmadun , seorang pejuang Tentara pelajar yang gagah berani
Dalam artikel ini saya mencoba mensederhanakan ‘cerita panjang’ ayahku tentang kisah perjuangan di masa jaman penjajahan Belanda ( Agresi Militer 2 ).

Kisah ini terjadi antara kurun waktu tahun 1945 - 1948.
Ahmadun adalah seorang pelajar STN ( STM saat ini ) di sebuah kota di Jawa Tengah ( Purwokerto ). Saat itu adalah masa kedatangan bangsa belanda yang kedua kali ( setelah Jepang mengaku kalah ). Bersama rekan rekanya yang tergabung dalam Tentara Pelajar, Ahmadun menyusun siasat perang gerilya melawan pendudukan Belanda, berpindah markas dari satu kota ke kota lain.

Saat itu pelajar berjuang bukan saja menuntut ilmu di sekolah seperti sekarang ,namun mereka juga benar benar memanggul senjata, berlatih secara militer meskipun dengan peralatan seadanya, menyusun siasat perang, berpartisipasi secara fisik dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Gerilya Lintas Kota
Sekitar tahun 1948, Tentara Pelajar Gabungan , dimana Ahmadun sebagai salah seorang koordinator intelejen, merencanakan sebuah serangan serentak di wilayah Purwokerto - Yogyakarta. Tentara pelajar dari Purwokerto akan bergabung dengan kesatuan dari Purworejo dan sekitarnya , yang akhirnya akan bersatu di kesatuan tentara pelajar Yogyakarta.

Untuk menghindari kebocoran rencana, maka semua pesan disampaikan melalui jalan darat dan dikirim melalui tentara pelajar pilihan. Ahmadun adalah seorang perwakilan dari tentara pelajar purwokerto, Ia dipercaya untuk menyampaikan sebuah surat ‘rahasia’ dari Divisi Purwokerto ke Divisi Purworejo dan Yogyakarta.

Expedisi Surat Rahasia
Di suatu malam, Ahmadun mengawali perjalan expedisi surat rahasia, hujan lebat tak mengurungkan niatnya untuk menyampaikan pesan rahasia ini. Ia menelusuri pematang sawah di pinggiran sungai serayu. Dia sengaja melewati pematang sawah yang sepi, jalan jalan setapak dan terkadang menembus hutan rimba demi menghindari patroli tentara hindia Belanda. Setelah berjalan beberapa malam, akhirnya Ia sampai di sebuah markas Rahasia Tentara Pelajar di Purworejo, Ia menginap sehari di Purworejo sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

Purworejo - Yogyakarta
Setelah tugas di Purworejo selesai, dan surat Rahasia pertama telah sukses disampaikan, ia melanjutkan perjalan ke Yogyakarta. Seperti perjalanan 3 hari sebelumnya, dengan menyamar sebagai seorang petani desa, ia berjalan dari petak sawah satu ke petak sawah lainya, mengendap ngendap, menyamar sebagai penggembala kambing dan pencari rumput, untuk menghindari kecurigaan patroli pasukan Belanda.

Setelah beberapa hari menyamar, di tengah terik matahari yang memanasi area persawahan, dan dinginya angin malam serta hujan lebat, akhirnya Ahmadun sampai juga di area perbatasan Jawa Tengah dan DIY. Tepatnya di sebuah desa kecil , TEMPEL, wilayah propinsi Yogyakarta.

Hari menjelang petang, Ahmadun berjalan dengan gontai sembari membawa bakul di pundaknya, dan sehelai surat rahasia di balik pakaian kusutnya.

Di sebuah pinggir jalan Tempel - Yogyakarta,
Dia berpura berpura mencari rumput di semak semak, ketika patroli Belanda lewat tepat di depanya.
Seratus meter sudah patroli belanda melewatinya. Hilang sudah perasaan was was di benaknya, hingga terdengar suara letusan yang cukup memekikan telinga, dan ketika menoleh kebelakang, ternyata patroli belanda tepat 10 meter di belakangnya. Ahmadun tetap berjalan santai dan mencoba menampakan diri sebagai seorang petani desa.
“STOP… jangan bergerak !!!!!!” …..teriak salah seorang komplotan patroli dengan logat belanda.
Ahmadun berhenti .. berlutut seolah ketakutan.
“Berhenti …. atau saya tembak kepalamu !!!! …” teriak salah seorang diantara mereka…..
akhirnya tetap menenduk dan melepas bakulnya… dan mengangkat kedua tanganya sebagai tanda menyerah.
“Ternyata kamu ini ya.. salah satu pembelot itu !!!!” bentak sang komandan compeny dengan nada tinggi…
“Ampun tuan.. saya hanya seorang petani biasa… ” jawab Ahmadun sambil menggeser bakulnya, untuk menunjukan bahwa dia adalah seorang petani biasa.
“Tidak bisa,… saya tahu kamu adalah pembelot” Sang komandan berteriak lebih lantang dan menodongkan senapan laras panjang di dahi Ahmadun.
Entah dari mana, kedatangan Ahmadun di wilayah Yogyakarta sudah tercium oleh belanda. Mungkin saja ada penghianat yang membocorkan rencana penyerangan serentak dan pesan rahasia yang disampaikan ahmadaun.
BUG !!!!…. Ahmadun terjungkal ke belakang setelah sepatu hak dari sang komandan mendarat tepat dimukanya.
“Kamu kasih..kamu punya surat.. atau kami makan ini pelor !!!” paksa sang compeny.
Ahmadun tetap tidak mengaku dan meyakinkan kepada pasukan patroli belanda bahwa ia adalah seorang petani biasa.
“GELEDAH .. !! ” perintah sang pentolan compeny …

Setelah tahu akan digekedah, Ahmadun dengan secepat kilat melompat dan berlari mengindari pemerikasaan patroli belanda. Namun dalam jarak dekat, 2 buah pelor diletuskan ke kaki kiri Ahmadun.
Ahmadun ambruk, dengan dua lobang besar di kakinya, namun pasukan belanda dengan garang menghajar Ahmadun. Ketika Ahmadun di paksa membuka baju, tanganya menyerobot dengat cepat surah rahasia yang ia gantung di dadanya, dalam hitungan detik surat itu di kunyahnya dan dimakanya.

Pasukan belanda memaksa Ahmadun untuk memutahkanya, namun Ahmadun tetap menggelengkan kepala sambil terus berusaha menelan surat itu.

Sang komandan tidak sabar, hingga dia memberikan peringatan terakhir. Namun ahmadun tetap teguh pada pendirianya. Akhirnya dalam 2-3 kali tebasan, belati sang komandan menyabet leher Ahmadun. Darah bersimbah dan mengucur deras ke tanah, Ahmadun gugur dalam tebasan belati penjajah. Di akhirnya napasnya.. Ahmadun masih sempat meneriakan beberapa kata…

AllohuAkbar….Merdeka .. merdeka !!!

Ya, Merdeka !!! itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulut Ahmadun. Ahmadun gugur dalam menjalankan misi perjuangan, di desa tempel, Yogyakarta. Meskipun surat ini tidak tersampaikan oleh ahmadun, namun Ahmadun telah menguyah habis, sehingga rencana penyerangan tidak bocor.

Saya sungguh ‘trenyuh’ dan tergugah hati, ketika mendengar cerita ini, langsung dari Ayah saya. Beliau tidak pernah menceritakan gugurnya seorang pahlawan ini sebelumnya, seorang kakak kandungnya, seorang tentara pelajar yang gagah berani, seorang ‘Pak De’ yang bisa di contoh rasa cinta tanah airnya. Beliau sengaja merasahasiakan kisah ini dengan alasan tertentu yang bisa saya pahami, beliau berusaha mengubur dalam dalam rasa duka kehilangan seorang kakak.

Namun saya merasa perlu meneruskan cerita in, sebagai contoh rasa cintah air. Saya bangga terlahir sebagai bangsa Indonesia, sebagai keponakan seorang pahlawan ‘yang tak dikenal’.

Mari kita berdoa bersama mendoakan seluruh arwah para pejuang, yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia.

———————————————————————————————-
Cerita ini adalah kisah nyata yang dapat di pertanggung jawabkan. Cerita asli dari Ayah saya, berdasarkan penuturan saksi saksi hidup teman seperjuangan Ahmadun, beberapa orang yang melihat secara langsung kejadian gugurnya seorang pahlawan muda, dan seorang pamong desa yang ikut memakamkan jasad PakDe Ahmadun. Adapun dialog dialog dan alur dan beberapa kejadian kecil pada baris2 diatas adalah deskripsi saya sendiri untuk memperjelas gambaran kisah gugurnya seorang pejuang muda dengan tidak bermaksud menggubah cerita sesungguhnya.

Kisah ini juga sudah di napak tilasi oleh ayah sendiri semasa beliau sekolah di Yogyakarta, beliau bertemu sendiri dengan pamong desa yang menguburkan jasad Pak de Ahmadun di desa Tempel yang menyaksikan ditebasnya leher salah seorang pahlawan kita. Adegan ‘ditebas’ dalam cerita di atas adalah kisah nyata.

Kisah ini kemudian saya terjemahkan dalam bahasa blog sebagai wacana kita para Indonesia Young Internet Marketer dalam konteks semangan nasionalisme dan cinta tanah air.

Mari kita kibarkan sang saka merah putih di kancah internet marketing. Tunjukan bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka, tanah air tercinta yang mempunyai kekayaan alam dan sumber daya manusia yang melimpah. SDM yang mampu mengangkat nama baik Indonesia di mata dunia.

Secara pribadi saya mengajak rekan rekan semua untuk mengheningkan cipta sejenak, untuk mengenang jasa para pahlawan kita yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga, demi mencapai tujuan mulia, kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini.

Sebagai rasa penghormatan pada jasa para pahalawan, bulan ini saya menutup semua access account ppc, affiliate saya untuk sementara dan untuk waktu yang tidak ditentukan, yang setelah saya renungkan , program2 tersebut menjual dan memasarkan produk produk luar negeri dan mengkesampingkan potensi produk dari dalam negeri yang cukup potensial.

Terima kasih sebesar besarnya kepada semua rekan rekan pembelajar internet marketing, Mbak Anne Ahira yang telah mengenalkan dunia internet marketing kepada masyarakat Indonesia secara luas, Pak Nukman yang telah memberikan gambaran jelas tentang IM di virtual.co.id, Mr Bob Julius onggo yang telah menelurkan banyak buku panduan tentang IM, Mr Keke yang dengan gencar mengkampayekan visit indonesia years 20078, Mas Cosa yang telah memberikan wadah pembelajaran IM secara gratis di blognya, Mas isnaini yang memberikan inspirasi kepada kaum bloger Indonesia, Mr BrokenCode, Mr Kusuma, Mas Ian, Mas Hartono, Mas Kristo, Mas Ian dan seluruh team IMR, dan teman teman internet marketing lainya yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu…. Mari terus maju , bersama , kembangkan potensi Indonesia ..Wujudkan Indonesia Emas melalui dunia internet marketing.


13 Responses to “( Edisi hari pahlawan 10 November ) Ahmadun, seorang pejuang pahlawan tentara pelajar !”

  1. Labibo Says:

    Hiks..hiks… saya sungguh terharu dengan kisah yang disampaikan… saya terlambat menyadari bahwa kita hidup diatas darah perjuangan para pahlawan…..
    Mari bangkit indonesia… Jaya Indonesia…. Merdeka !!! Merdeka !!!!
    Salam Indonesia Emas dan merdeka dari Makasar..!!

  2. Wong-kediri Says:

    Saya dari kediri ikut berjuang ……. Merdeka Merdeka ……

  3. Tika@Endut Says:

    Urang bandung ikut bejuang, angkat mouse :) Indonesia ku, tanah airku, tumpah darahku…

  4. keraNgalam Says:

    Saya sudah banting Laptop buatan belanda saya….. mau cari laptop ny0nya meneerr aja… produk semarang.. hiks hiks hiks

    Dari malang teriak Merdeka !!!!!!

  5. vistaRasta Says:

    dari aceh cinta indonesia, artikel menarik

  6. nurvianto Says:

    Trenyuh dan merinding juga membaca postingan ini ….. langsung berusaha menerawang bagaimana perjuangan para pahlawan di masa lalu. Walaupun tetap gak bisa ngebayangin bagaimana keadaan waktu itu, tetapi saya yakin perjuangan para pahlawan bangsa dipenuhi lika - liku yang berat

    Sebagai bangsa yang besar sudah seharusnyalah menghargai perjuangan para pahlawan kita entah bagaimanapun wujudnya…..Saya menyadari segala sumbangsih ke bangsa Indonesia belum lah sebanding dengan perjuangan mereka…..Semoga…

    Bangsa Indonesia segera bangkit dari keterpurukan …. Kasihan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa dengan pengorbanan darah dan nyawa mereka…..

    Salam semua & Ayo bangun Indonesia tercinta ini !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    nurvianto

  7. Avy Says:

    nek ngono ayo bikin ppc ama affiliate indonesia dhewek yooo
    lah terus virtual office belgie piye hehehehe

  8. @rianto Says:

    #4 udah dapet laptop merek nyonya mener !

    ?

  9. pencinta Para pejuang indonesia Says:

    Hai para pejuang yang dialam baka maafkanlah kami semua yang telah menyianyiakan jasa mu di tanah air ini.,.,.,.,.,.,.,.,maafkanlah kami semua,.,,.,.,kami semua berjanji akan mempertahankan perjuanganmu.,.,.,.,.,.,.,.dan terhadap ahmadun saya sangat berterima kasih atas perjuangan mu yang tak takut mati dalam memperjuangkan surat strategi perang indonesia melawan si belanda laknat iblis.,.,.,,MERDEKA MERDEKA MERDEKATERIMA KASIH AHMADUUUUUUNNN

  10. Lukman Hakim Says:

    Saya salah seorang pengagum Tentara Pelajar, sejak saya sekolah hingga kini, rasanya… saya tidak mungkin bisa menyetarai mereka. Namun, betapa pun saya ingin seperti mereka, melakukan sesuatu yang bermanfaat demi orang banyak… tanpa berpikir pamrih. Kadang saya trenyuh kalau melihat anak-anak muda sekarang, yang katanya berjuang demi orang banyak, tapi tak mengenal sedikit pun perjuangan bangsanya. Sehingga usahanya itu, hanya luapan emosi tak bermakna…

  11. @rianto Says:

    Pak Lukman, mohon bimbinganya

  12. ferry nor Says:

    sebuah kisah yang sungguh menggugah hati.
    saya sangat tertarik dengan kisah ini dan ingin tau lebih jauh
    dan kalau mungkin bisa minta lokasi makam alm. Ahmadun, dan mungkin contact
    orang-orang yang pernah mengenal dan jika masih bisa dihubungi saya sangat
    bersyukur.

    terima kasih

  13. styer Says:

    ga sia2 km browsing semalem suntuk.ini cerita yang aku cari2.bagus cocok dibikin drama buat acara 17an.bagus..terimakasih

Leave a Reply