August 31st, 2007 by admin |

Kekuatan berpikir positif (1)

Sebuah fenomena menarik telah ditemukan oleh dunia ilmu pengetahuan. Dimana kita bisa mengoptimalkan cara berpikir kita sebagai triger “pendorong” kesuksesan kita di masa yang akan datang.

Dengan tidak mendahului TakdirNya, ternyata hasil yang kita peroleh saat ini tak lepas dari apa yang kita pikirkan di masa lampau ( baca : Low of attraction ).

Contoh Kasus
Si Budi adalah seorang anak berusia 5 tahun. Ia mempunyai keinginan untuk memilik sebuah sepeda mini karena melihat beberapa temanya asik bermain main, berjalan jalan dengan sepeda mininya.
Si Budi membayangkan asyiknya untuk mempunyai sepeda baru, berjalan jalan mengelilingi kampung bersama teman temanya. Sengajara tidak sengaja si Budi terus membayangkan (visualisasi) tentang “calon” sepeda barunya. Tiap malam, sebelum si Budi beranjak tidur ia memikirkan memilik sepeda itu ….. dan apa hasilnya…. beberapa minggu kemudian, tepat di hari ulang tahun Budi, Ibu Any, orang tua budi, secara tulus memberikan sebuah sepeda baru sebagai kado ulang tahun si Budi.
Bahkan si Budi pun belum pernah sama sekali mengungkapkan keinginanya untuk memiliki sepeda itu.

Mungkin beberapa pembaca masih belum mengerti mengenai apa arti kekuatan berpikir positif.

Ketika kita berpikir positif, otak kita memancarkan sebuah gelombang elektromagnetik ke alam semesta. Sesuai dengan hukum kekekalan energi yang berlaku, bahwa setiap energi tidak dapat dimusnahkan. Dalam hal ini, energi / gelombang positif yang kita pancarkan akan diterima oleh alam semesta, dan pada akhirnya akan dipantulkan lagi ke otak kita sebagai apapun yang bernilai positif.

Begitu juga apa yang terjadi dengan keinginan si Budi untuk memilik sepeda baru, setiap malam si Budi kecil melakukan visualisasi tentang sepeda barunya, Budi memancarkan sebuah gelombang positif, yaitu ketika ia berharap agar kelak ia bisa memilikinya.

Budi telah menggambarkan asyiknya untuk berjalan jalan keliling kampung dengan sepeda barunya.

Gelombang yang di pancarkan oleh si Budi akhirnya di pantulkan kembali ke alam semesta ke segala arah, dan salah satu gelombang pantulan itu tepat mengena di otak ibu Ani.


Leave a Reply