March 2nd, 2008 by @rianto | Tags:

Pecas ndahe : Ndoro kakung pecah kepalanya

Pecas Ndahe adalah bahasa prokem (red: Walikan Jogja), kalau dalam bahasa Indonesianya artinya pecah kepalanya. Di dunia bloger Indonesia, slogan ini sudah cukup dikenal. Siapa sih yang mengangkat istilah ini ke dunia bloging ?

Siapa lagi kalau bukan si ‘ndoro kakung’, panggilan akrab para blogger Indonesia pada Mas Wicaksono. Kata Pecas Ndahe sudah sangat identik dengan blog milik mas wicak.

Online Branding
Slogan Pecas ndahe ‘milik’ ndoro kakung ini dapat di contohkan sebagai salah satu proses online branding yang berhasil. Bayangkan saja, kalau ada orang yang menyerukan pecas ndahe, para blogger Indonesia langsung menunjukan jari ke arah ‘ndoro kakung’.

Pokoknya kata kata pecas ndahe sudah sangat identik dengan blog milik mas wicaksono. Yang saya bahas disini adalah, bagaimana sebuah konsep yang sederhana bisa membangun online positioning sebuah website.

Beberapa alasan mengapa ‘Pecas Ndahe’ mudah sekali melejit di dunia blogger
1. Unik dan mudah diingat
Hampir semua ‘wong muda’ dari jawa tengah dan Yogyakarta sudah hafal betul dengan frase ‘pecas ndahe’.

2. Konsisten
Ndorokakung konsisten menggunakan slogan ini di tiap tiap artikel yang ditulisnya, dalam arti, setiap posting selalu membawa ciri khas ’slengean’ ala sosok ndorokakung di blognya.

3. Lain daripada yang lain
Setahu saya, tema dan konsep yang coba ditampilkan oleh mas wicaksono lain daripada yang lain, ide yang original dan tidak mudah ditiru.

4. Niche Topic
Tema dan kontent dari blog ndoro kakung, secara tidak langsung telah membentuk ‘trademark’ tersendiri sebagai blog serius tapi santai.
Coba saja mampir di blog ndorokakung.com, kesan pertama yang anda dapat adalah tema anekdot, tapi ketika membaca lebih banyak, anda akan menemukan muatan muatan yang serius tapi di kemas dalam bahasa canda.

Bukan rahasia lagi kalau metode metode semacam ini bisa dijadikan senjata andalan untuk pembentukan mindset kesadaran pengunjung website.

Sebelum website anda benar benar ‘pecas ndahe’,alangkah baiknya jika anda mau mengikuti langkah si ndoro dalam pembentukan online branding. Karena internet marketing bukanlah sekedar mendapatkan trafik sebanyak banyaknya ke website kita, namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan, contohnya blog milik mas wicak, dengan konsep yang diusungnya mengakibatkan angka kunjungan balik / revisit dan direct visitor menjadi semakin tinggi.


5 Responses to “Pecas ndahe : Ndoro kakung pecah kepalanya”

  1. ronys Says:

    numpang lewat aja :D dan numpang tanya doang .. OOT

    Dahulu di era awal th 1990, di Solo, ada temen2 UNS yg bikin group musik parodi “Pecas Ndahe” dan sempat melejit di Solo dan sekitarnya. Apakah P.Wicak ini termasuk salah satu personel nya ya ??

  2. Supermoto Says:

    Aku juga masih cari nama domain yang tepat nih buat branding.
    ra nemu-nemu, pusing-pusing pecas ndahe.

    Avy Pecas Ndahe….

    Ra melu seo contest 2008, Mas Ari?

    Pogung melu tuh.

    Ayo, nek sampeyan melu…aku yo melu. hehehehe

    Seo Contes 2008 Pecas Ndahe.

  3. @rianto Says:

    Mas Rony, Kayaknya mbah ndorokakung tuh ndak ikut ikutan parodi musik diatas, tapi persamaanya sama sama edane.

    Moso pas di bali, ampe nyungsep nyungsep cari poto yang aneh aneh (stripzzz)

  4. @rianto Says:

    Seo Contest apa mas Avy, aku tak seo website website dewe ae

  5. miedha Says:

    ‘being different is better than being better’.
    menjadi berbeda itu jauh lebih baik daripada menjadi lebih baik !
    buat orang pemasaran kalimat itu adalah jimat !
    dan buat orang pemasaran sejati, yang dijual sebenernya bukan produknya, tapi BRAND-nya.
    karena sebenernya konsumen itu ga liat apa yang dijual, tapi siapa yang menjual.
    kalo brand kita sudah minded, konsumen akan yakin apa pun yang kita jual.

    aku sekarang nih lagi puyeng gimana caranya meng-komoditi-kan brand-ku.
    di otak nih banyak ide, tapi aplikasinya masih ruwet.
    yah…… emang segalanya butuh proses sih.
    yang penting never give up.
    SEMANGAT………………!!!

Leave a Reply