March 22nd, 2008 by @rianto |

Peluang portal religi dan spiritual : Belajar dari film Ayat Ayat Cinta

Sudah menonton film Ayat Ayat Cinta ? Film fenomenal ini begitu laris dipasaran semenjak resmi diputar serentak di bioskop bioskop Indonesia. Lalu apa kaitanya film ini dengan peluang bisnis portal ?

AAC sempat diragukan keberhasilanya
Banyak insan perfileman yang awalnya ragu akan keberhasilan pembuatan dan pemasaran Film ayat ayat cinta, mengingat tema yang diangkat adalah tema yang sangat sensitif. Ya, poligami masih dianggap hal yang tabu bagi masyarakat Indonesia, apalagi beberapa waktu yang lalu topik ini sempat menjadi badai informasi ( baca Dai kondang), seorang panutan dan tokoh ulama di Indonesia membuat sensasi dengan melakukan praktek poligami.

Dampaknya cukup besar, popularitas pelaku menjadi turun secara drastis dalam dunia entertainment. Mungkin hal ini yang mendasari perkiraan beberapa kalangan bahwa film ini susah meledak di pasaran. ‘ Poligami adalah aib, maka sebuah filem dengan latar belakang kisah poligami pastinya akan dihindari oleh masyarakat ‘ ulas seorang pakar perfileman senior di Indonesia.

Untungnya sang sutradara dan produser film ayat ayat cinta mempunyai sudut pandang yang berbeda, mereka menganggap bahwa tema poligami yang ‘aib‘ justru akan membawa berkah bagi film yang mereka produksi.

Berikut ulasan pribadi saya mengapa film ayat ayat cinta begitu meledak di pasaran.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, poligami adalah hal yang AIB, hal yang aib sebenarnya adalah hal yang harus dipelajari semua orang agar kelak bisa menghindarinya. Berarti poligami adalah hal yang telah diketahui market, namun market enggan untuk membicarakanya karena dianggap sebagai hal yang tabu.

Ini terlepas dari persoalan apakah poligami itu sah atau harus dihindari, tapi saya melihat dari sudut pandang kuantitatif target market. Pro kontra tentang poligami justru menambah keingin tahuan masyarakat tentang dunia ini.
Dapat dianalogikan ketika seorang anak kecil dilarang bermain bola di tanah lapang yang kotor dan penuh lumpur oleh ibunya, tetapi ketika si ibu pergi ke pasar, si anak justru sembunyi sembunyi untuk bermain bola di ‘area terlarang’ itu dengan riangnya.

Sekarang kita menjadi paham mengapa Film AAC menjai salah satu film yang paling populer di awal tahun ini.

Peluang portal religi dan spiritual
Sama halnya dengan dunia bisnis portal online, khususnya tema religi dan spiritual . Tema ini dihindari oleh para investor dot com, karena mereka mempunyai ketakutan jika mereka meluncurkan portal dengan tema ini, maka hilanglah semua investasi mereka.

Wajar jika mereka takut, karena tema ini sangat identik dengan dunia garis keras dan teroris. Namun berdasarkan pengamatan saya, beberapa portal sempat maju mundur untuk mengangkat tema ini. Saya melihat banyak sekali portal yang telah mencantumkan kesan religi dan spiritual, namun mereka masih ragu dalam menegaskan warna beritanya. Lucunya, ada beberapa portal yang bernadakan islami tapi konten yang tersedia justru membahas masalah bisnis secara umum.

Sampai saat ini belum ada portal yang berani memproklamirkan sebagai portal spiritual. INGAT, spiritual berbeda dengan agamis. Banyak kisah sukses bisnis bertemakan spiritual, yang terbaru adalah film diatas , kemudian ada Juga Pak Ari dengan ESQ nya yang telah mampu merangkul puluhan ribu anggota.

Jangan takut dengan untuk meluncurkan bisnis portal dengan tema ini, belajarlah dari kesuksesan film Ayat Ayat Cinta. Target market anda cukup besar, semua warga Indonesia adalah orang yang beragama. Perluas cara menyikapi kondisi market yang anda bidik, jika anda terjun ke bisnis ini, market anda bukan hanya Pak Kyai dan Para santrinya, semua kalangan yang merindukan kebahagian sejati pasti akan mampir ke portal anda.

GOD LUCK !


10 Responses to “Peluang portal religi dan spiritual : Belajar dari film Ayat Ayat Cinta”

  1. miedha Says:

    wah… berarti ide-ku bikin web sufistik (baca spiritual) boleh juga ya!
    karena sifat para sufi kan cenderung lebih kepada hakikat (baca makrifat)
    dan bukan hanya religi atau keber-agama-an.
    inti ajaran mereka adalah Cinta dan Kedamaian, apa pun agamanya.

    hhmmm…kayaknya bisa diseriusin nih.
    buat web non-profit ku.
    gimana, guru…… mau bantu ???

  2. grahafamilyE-78 Says:

    Yaaahhhh…..
    Semua yang bertemakan religi belum tentu membawa dampak SARA, tergantung bagaimana kita menyikapinya lah….
    Yang penting kita harus berfkiran RASIONAL dan jangan terlalu FANATIK,
    Semoga film Ayat-Ayat Cinta tdk menjadi landasan bagi para lelaki untuk berPOLIGAMI, terutama untuk pemilik BLOG ini… :D Kabuuurrrrr….. (kabur ke mana ya??? klo di kantor mesti ketemu terus nihhh :D )

  3. @rianto Says:

    Wah, dari dulu penganut poligami
    Istri saya banyak…
    Yang pertama Mbak Sony Vaio
    Kedua Neng Acer Aspire

  4. Ariey Xay Says:

    pemerannya cakep2 banget.

  5. KikiK Says:

    Iya….. Saya suka peran nya Maria…..

    Hehe kok gak nyambung ya :P

  6. eka Says:

    Sisi lain yang dilihat dari film ayat-cinta yang fenomenal….
    Satu kontradiksi yang ditampilkan dengan kelemah lembutan ternyata bisa menjadi satu daya tarik yang luar biasa…

    Atau kah… kembali ke filosofi dasar, bahwa kita selalu terpesona dengan bungkus ? tanpa pernah mau melihat nilai dari “isi” nya…

    Dont Judge a book from the cover… masih kah quote ini bisa diberlakukan ?

    Cheers.

  7. atril Says:

    walah jadi sok religius semua ya… #:-S

    tapi gak papa pak guru ben eling mati…
    gak kakehen mendeliki komputer
    karo utak utik script terus..
    pisan-pisan madep ngulon boss..

    Mosok rituale Cuma YM>>>

  8. Avy Says:

    Wih banyak juga ya istrinya Mas Arianto ihihiihihi

  9. aya Says:

    Sudah baca novel ayat-ayat cinta belum? Novelnya lebih dahsyat… Kebanyakan orang akan baca semua halaman hanya satu atau dua hari saja. Ingin terus dan terus baca… Ada Novel yang lebih dahsyat lagi, pengarangnya sama… judulnya Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2…

  10. Noer Says:

    Aku ketawa berat baca comment-nya mas Atril…
    Emang bos Ari g pernah madep ngulon?

Leave a Reply