May 1st, 2008 by admin | Tags:

Sebuah Pembenaran

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan,
“Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak
memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan.
Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni,hangat, jujur, penuh dengan damai dan suka cita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian.

Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik, yangselama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,
“Hambaku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan. ”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?”
Dan Ia menjawab, “Kerna AKU adalahTuhan, dan AKU
adalah Kebenaran, dan segala yang AKU lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu, karena AKU tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan
seperti engkau.

Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu, jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau
seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak….”

Kemudian Ia berkata kepada saya,
“Adalah lebih baik jika AKU memberikan kepadamu seseorang yang AKU tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu.

Pasanganmu akan berasal dari tulangmu & dagingmu, dan engkau akan melihat sendiri dirimu sendiri di dalam dirinya. Dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan
jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerja sama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna, karena engkau tidak sempurna.
Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.

Jika kamu memancing ikan…
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu…
Janganlah sesekali kamu melepaskan ia semula ke dalam air begitu saja…

Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang…
Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya…
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja…
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat…

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh… cukuplah sekedar keperluanmu.

Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk menambalnya semula.
Akhirnya ia dibuang…Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia
masih dapat dipergunakan lagi.

Begitu juga kamu memiliki seseorang, terimalah
seadanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya
begitu istimewa.

Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi
kamu untuk menerimanya.
Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan
kamu akan terus hingga ke akhirnya.

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti
untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang
lain….
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh
memakannya, kamu akan menyesal.

Begitu juga jka kamu telah bertemu dengan seorang
insan yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, mencoba membandingkannya
dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi
milik orang lain, kamu juga akan menyesal…


4 Responses to “Sebuah Pembenaran”

  1. danny Says:

    Jaga hati Jaga Diri :) kebersamaan adalah kunci utama dan berserah

  2. yudi Says:

    dialog yang menarik,
    perasaan pernah deh ada seseorang yang bilang seperti ini ke saya

  3. grahafamilyE-78 Says:

    Ampuuuuun Ndoro……!!!
    Koncoku lagi kesurupan jin pujangga cinta….. ;)) :))
    Makane jangan di sia-siakan si I’ah dab.

  4. atril Says:

    Scriptnya asyik juga neh.. Minta dong..
    Perasaan yang kyai mertua Pak @ry..

    Kok sekarang jadi kayak kyai juga ya..

    Ha.. Pengin Gantiin ya..

    atau ?????

    Biar di sayang mertua..

    He.. He..

    Emang pernah berdoa … Mas..

    Mungkin Doa satu yang paling penting.. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita semua.. ya..

    amin

Leave a Reply