October 20th, 2007 by admin |

Social Bookmark is death

Apakah strategy social bookmark masih efektif di pakai untuk kepentingan Search Engine Optimization tehnik ? Apakah pengganti dari tehnik ini ? Hal ini menjadi perbincangan menarik saya dan teman gerilya saya, saat menempuh perjalan ‘arus mudik balik’ dari Yogyakarta ke Surabaya.

Awalnya tehnik social bookmark (baca: Mensubmit website kita ke beberapa social bookmark site) menjadi salah satu senjata andalan dalam tehnik seo yang kami kembangkan dan research, namun belakangan ini, saya melihat ada gelagat kurang baik dari google, dimana google menyikapi efek dari social bookmark menjadi tidak begitu signifikan dalam menentukan posisi sebuah website di search engine.

Solusi :
Solusi pertama adalah menf0kuskan perhatian kita pada dmoz, karena direktori yang satu ini adalah merupakan cincin / lingkaran utama dalam lingkup database google.
Beralihlah ke social media marketing untuk meningkatkan massive trafik ke website kita.

Dengan mulai ‘matinya’ social bookmark, maka mau tidak mau ,perhatian kita untuk meningkatkan kualitas link building harus ditingkatkan. Ada kecenderungan google melihat link exchange yang natural, google kembali melihat bahwa konten yang berkualitas adalah merupakan faktor utama dalam meningkatkan rangking di search engine.

Mulailah belajar menulis konten yang benar benar menarik dan berkualitas, sehingga banyak orang/pemilik website mau merekomendasikan website anda sebagai referensi.


4 Responses to “Social Bookmark is death”

  1. cosa Says:

    soal ‘matinya’ social bookmarking udah pernah aku tulis di bln april lalu. Boleh kasih link gak? :) Kalo boleh, ya ini –> http://www.cosaaranda.com/social-bookmarking-kembali-ke-pohon.htm

  2. grahafamilyE-78sby Says:

    gak cuman ’supermen is death’ yo pak ari yooo, trus pake apa doong?

  3. Labibo Says:

    Superman pakai celana dalem diluar

  4. bakazero Says:

    wah, baru tahu nih…
    trus maksudnya “social media marketing” apa?
    lom ngerti euy…

Leave a Reply